Sudah Tepatkah Situs e-Government Kita?viktor, 03 February 2008
Munculnya banyak situs e-government belakangan ini seharusnyalah membuat kita bangga. Situs penuh gambar nan atraktif memberikan informasi tentang wawasan yang dibutuhkan masyarakat luas. Tentu ini mendukung kemajuan daerah. Namun, sayang masih ditemukan banyak kekurangan di sana-sini. Terdapat empat poin yang harus dipertimbangkan lebih lanjut agar situs kita berpenampilan baik.
Tampilan dan Navigasi Berdasarkan pantauan, sebagian besar situs e-govern-ment sangat menekankan tampilan yang megah dan dengan royalnya memasang banyak gambar dan tetek bengek pemanis perwajahan situs. Masih juga ditambah dengan hadirnya frame yang membuat navigasi kurang sederhana. Indah memang namun susah untuk diakses.
Kita sering lupa bahwa koneksi internet di negara kepu-lauan ini sangat terbatas. Bila pun tersedia, kecepatannya tersendat-sendat. Jangankan di pulau-pulau lain, di pulau Jawa yang memiliki infrastruktur lebih stabil pun akses internet kerap bermasalah.
Coba perhatikan mengapa Google, Yahoo! dan Craiglists tetap menjaga tampilan mereka agar didominasi oleh teks, bukannya gambar. Padahal di negara asal mereka dan negara lain penggunaan koneksi pita lebar sudah jamak. Jawabannya: agar informasi lebih cepat dan mudah diakses oleh semua orang tanpa pandang bulu.
Tampilan yang sederhana juga memungkinkan suatu halaman informasi tentang suatu daerah disimpan atau dicetak untuk keperluan pengguna. Bila perlu sediakan pilihan tampilan situs antara versi grafis (graphic version) dan versi teks (text version atau lite version).
Update Konten Situs Birokrasi yang berbelit dalam jenjang hirarki membuat tidak lancarnya pengumuman aparat peme-rintah, berita dan data. Sebagai akibatnya, pengguna akan mendapatkan informasi yang kadaluwarsa dan tidak aktual. Update konten bisa dilakukan lebih efisien bila job-description masing-masing pihak terkait sudah jelas dan dalam alur sistematis. Perlu ditekankan bahwa maintenance sebuah situs akan lebih efisien bila dikerjakan sedikit orang (baca: tim kecil dan khusus) yang mengelola sumber informasi yang luas.
Bahkan akan sangat produktif jika saja masyarakat lebih dilibatkan untuk berdiskusi dalam forum yang terbuka. Baik berupa posting blog uneg-uneg dan sumbang saran, milis, buku tamu elektronik (guestbook) untuk melampirkan komentar dan kritik, serta tanggapan dari kiriman email warga. Bekerja sama dengan penyedia konten, baik swasta atau pihak internal, sangat diperlukan. Contohnya, situs e-government bisa menampangkan ramalan cuaca dari laporan badan meteorologi dan geofisika. Berita hangat yang khusus menyoroti daerah bisa dipasok dari media cetak dan elektronik, baik nasional atau pun lokal.
Aliran Informasi Interaksi dengan masyarakat juga bisa dibangun dengan memudahkan aliran informasi situs e-government melalui teknologi internet semacam posel (pos elektronik - email) dan RSS (really simple syndication). Pengguna bisa berlangganan informasi ter-update seperti berita dan pengumuman pemerintah dengan berlangganan (subscribe) konten situs yang diterima melalui melalui posel mereka tanpa perlu repot membuka situs tersebut.
RSS bisa dimanfaatkan untuk mengakses konten situs dengan cepat melalui dua cara. Pertama dengan browser Mozilla Firefox yang sudah mendukung fitur RSS (baik atom atau pun xml). Kedua, dengan membaca konten situs melalui newsreader - aplikasi pembaca berita elektronik tanpa harus membuka situs yang dimaksud. Diharapkan pula, informasi yang tersaji dapat disimpan, digunakan dan digandakan secara bebas. Dengan begitu aliran informasi bisa tersebar lebih efektif dengan memanfaatkan peran penggunanya.
Media Penghubung (Hub) Situs e-governance seharusnya mampu berperan sebagai “portal” bagi ratusan situs lokal yang mendukung distribusi informasi lokal. Bayangkan kalau saja situs e-government mampu meng-hadirkan berbagai link dalam kategori dan subkategori laiknya halaman Yahoo! atau Craiglists. Link tersebut bisa menampung situs pemerintah lokal yang terkait, daftar situs LSM, direktori ke situs organisasi masyarakat lokal, situs komersial lokal dan hubungan ke situs akademisi. Bila me-mungkinkan tersedia fasilitas pendaftaran situs secara langsung ke direktori situs pemerintah. Kese-luruhan poin di atas akan menjadikan situs e-government lebih mudah diakses oleh masyarakatnya. Memang kerendahan hati dan refleksi dibutuhkan untuk mengerti benar apa yang diinginkan warganya. Yaitu, sebuah pintu gerbang wawasan daerah yang bisa dibuka dengan cepat, ringan, dan memudahkan. Meskipun itu berarti harus merombak dan mengkonsep ulang situs e-government.
Aloysius Heriyanto Pemerhati Teknologi Informasi, alumnus Universitas Sanata Dharma
Hints : 1329 |